Jawaban kisi kisi Al-Qur'an Hadist MTs UAMBN 2019
Assalamualaikum.wr.wb.
Hari ini gue bakalan nge share jawaban kisi-kisi mapel Al-Qur'an Hadist SMP/MTs UAMBN 2019
Silahkan disimak ya semoga bermanfaat maaf jika masih ada yang belum rapih atau belum terjawab.
Kisi kisi qur,an hadist
2. Isi kandungan Q.S. ALfatihah,An-nas,AL-falaq dan, Al-Iklash
isi pokok surat al-fatihah:
Surat Al-Fatihah
1. بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِbismillāhir-raḥmānir-raḥīmDengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
2. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙal-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīnSegala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam,
3. الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙar-raḥmānir-raḥīmYang Maha Pengasih, Maha Penyayang,
4. مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗmāliki yaumid-dīnPemilik hari pembalasan.
5. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗiyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īnHanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.
6. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ ۙihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīmTunjukilah kami jalan yang lurus,
7. صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَṣirāṭallażīna an'amta 'alaihim gairil-magḍụbi 'alaihim wa laḍ-ḍāllīn(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
surat al-fatihah adalah surat pembukaan dari Al-Qur'an,
surat al-fatihah disebut juga ummul qur'an,
sebagai ummul qur'an al-fatihah mengandung isi pokok yang mencakup:
1) aqidah
2) ibadah
3) hukum-hukum
4) janji dan ancaman
5) kisah-kisah
isi pokok aqidah termaktub dalam ayat 2 yang bunyinya الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ayat ini merupakan pernyataan seorang hambah yang menyatakan bahwa hanya Allah lah yang memiliki kesempurnaan
isi pokok ibadah termaktub dalam ayat إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ayat ini merupakan pernyataan seorang hambah yang menyatakan bahwa kita beribadah itu hanyalah kepada Allah
isi pokok tentang hukum-hukum termaktub dalam ayat اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ ayat ini merupakan permintaan seorang hambah agar ditetapkan dalam hukum atau peraturan islam
isi pokok tentang janji dan ancaman teermaktub dalam ayat مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ , dari ayat ini tersirat janji dan ancaman Allah kepada hambahnya yang rajin beribadah dijanjikan surga dan bagi hambahnya yang kufur diancam neraka
adapun isi pokok tentang kisah-kisah termaktub dalam ayat صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ ayat tersebut menunjukkan bagaimana orang-orang terdahulu yang diberi nikmat dan orang-orang yang dimurkai.
NOTE: ayat 1 dan 3 =asma wa sifat
Ayat 2 = tauhid rububiyah
Ayat 5-7 tauhid uluhiyahh
isi pokok surat an-naas
Surah An-Naas
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ﴿١﴾
Qul a'uudzu birabbin naas
[114:1] Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.
مَلِكِ النَّاسِ ﴿٢﴾
Maliki nnaas
[114:2] Raja manusia.
إِلَـٰهِ النَّاسِ ﴿٣﴾
Ilaahi nnaas
[114:3] Sembahan manusia.
مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ﴿٤﴾
Min syarri lwaswaasi lkhannaas
[114:4] Dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi,,
الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ ﴿٥﴾
Alladzii yuwaswisu fii shuduuri nnaas
[114:5] yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ﴿٦﴾
Mina ljinnati wannaas
[114:6] dari jin dan manusia.
Surat ini mengandung permintaan perlindungan kepada Allah Tuhan manusia, Penguasa mereka dan Sembahan mereka dari setan yang merupakan sumber keburukan, dimana di antara fitnah dan keburukannya adalah suka membisikkan kejahatan dalam diri manusia, ia perbagus sesuatu yang buruk kepada manusia, dan memperburuk sesuatu yang sebenarnya baik, ia mendorong manusia mengerjakan keburukan dan melemahkan manusia mengerjakan kebaikan.
selain itu isi pokok surat an-naas berisi tentang rububiyah Allah, uluhiyah Allah dan mulkiyah Allah
NOTE:
-ayat 1 dan 2=tauhid rububiyah
-ayat 3 = tauhid uluhiyah
isi pokok surat al-falaq
1. قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ
2. qul a'ụżu birabbil-falaq =Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar),
3. مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ
4. min syarri mā khalaq =dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,
5. وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ
6. wa min syarri gāsiqin iżā waqab =dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
7. وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ
8. wa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqad =dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya),
9. وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ
10. wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad =dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”
isi pokok surat al-falaq adalah perintah Allah kepada hambahnya untuk selalu memintah perlindungan Allah dari segala kejahatan, terutama kejahatan waktu subuh.
Ayat 1 =tauhid rububiyah
isi pokok surat al-khlas
Surat Al-Ikhlas
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
1. قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
2. qul huwallāhu aḥad =Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
3. اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ
4. allāhuṣ-ṣamad =Allah tempat meminta segala sesuatu.
5. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙlam yalid wa lam yụlad =(Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.
6. وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ
7. wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad =Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”
Surah ini mengandung pengesaan terhadap Allah Swt mutlak harus kita lakukan sepenuh hati, dimana sifat Allah Swt yang tidak mungkin dimiliki oleh makhlukNya adalah Esa, tunggal.
4. Hukum bacaan qalqalah
Huruf qalqalah ada lima yaitu qaf (ق), tha (ط), ba' (ب), jim (ج), dan dal (د).Qalqalah terbagi menjadi dua jenis:Qalqalah Sugra yaitu apabila salah satu daripada huruf qalqalah itu berbaris mati dan baris matinya adalah asli karena harakat sukun dan bukan karena waqaf.
5. Toleransi
QS.AL-Alafirun:
1. قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙ
2. qul yā ayyuhal-kāfirụn =Katakanlah (Muhammad), “Wahai orang-orang kafir!
3. لَآ اَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَۙ
4. lā a'budu mā ta'budụn =aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah,
5. وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۚwa lā antum 'ābidụna mā a'bud =dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah,
6. وَلَآ اَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُّمْۙ
7. wa lā ana 'ābidum mā 'abattum =dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,
8. وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۗ
9. wa lā antum 'ābidụna mā a'bud =dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah.
10. لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ
11. lakum dīnukum wa liya dīn =Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.”
QS.AL-Bayyinah :
Surat Al-Bayyinah
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
1. لَمْ يَكُنِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِيْنَ مُنْفَكِّيْنَ حَتّٰى تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُۙlam yakunillażīna kafarụ min ahlil-kitābi wal-musyrikīna munfakkīna ḥattā ta`tiyahumul-bayyinahOrang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak akan meninggalkan (agama mereka) sampai datang kepada mereka bukti yang nyata,
2. رَسُوْلٌ مِّنَ اللّٰهِ يَتْلُوْا صُحُفًا مُّطَهَّرَةًۙrasụlum minallāhi yatlụ ṣuḥufam muṭahharah(yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang suci (Al-Qur'an),
3. فِيْهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ ۗfīhā kutubung qayyimahdi dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus (benar).
4. وَمَا تَفَرَّقَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنَةُ ۗwa mā tafarraqallażīna ụtul-kitāba illā mim ba'di mā jā`at-humul-bayyinahDan tidaklah terpecah-belah orang-orang Ahli Kitab melainkan setelah datang kepada mereka bukti yang nyata.
5. وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗwa mā umirū illā liya'budullāha mukhliṣīna lahud-dīna ḥunafā`a wa yuqīmuṣ-ṣalāta wa yu`tuz-zakāta wa żālika dīnul-qayyimahPadahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).
6. اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِيْنَ فِيْ نَارِ جَهَنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِۗinnallażīna kafarụ min ahlil-kitābi wal-musyrikīna fī nāri jahannama khālidīna fīhā, ulā`ika hum syarrul-bariyyahSungguh, orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Mereka itu adalah sejahat-jahat makhluk.
7. اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اُولٰۤىِٕكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِۗinnallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti ulā`ika hum khairul-bariyyahSungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.
8. جَزَاۤؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًا ۗرَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ ۗ ذٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهٗjazā`uhum 'inda rabbihim jannātu 'adnin tajrī min taḥtihal-an-hāru khālidīna fīhā abadā, raḍiyallāhu 'an-hum wa raḍụ 'an-h, żālika liman khasyiya rabbahBalasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ’Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.
6. Surah AL-Lahab dan AN-Nashr
Surah AN-Nashr:
1. اِذَا جَاۤءَ نَصْرُ اللّٰهِ وَالْفَتْحُۙ =Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,
2. وَرَاَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُوْنَ فِيْ دِيْنِ اللّٰهِ اَفْوَاجًاۙ =dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah,
3. فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُۗ اِنَّهٗ كَانَ تَوَّابًا =maka bertasbihlah padaTuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat.
Surah AL-Lahab:
1. تَبَّتْ يَدَآ اَبِيْ لَهَبٍ وَّتَبَّۗ =Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia!
2. مَآ اَغْنٰى عَنْهُ مَالُهٗ وَمَا كَسَبَۗ =Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan.
3. سَيَصْلٰى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍۙ =Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (neraka).
4. وَّامْرَاَتُهٗ ۗحَمَّالَةَ الْحَطَبِۚ =Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah).
5. فِيْ جِيْدِهَا حَبْلٌ مِّنْ مَّسَدٍ =Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.
7.Mad iwadh, mad layyyin dan mad arid lisukun
Mad Iwadh
Menurut bahasa mad artinya panjang dan Iwadl artinya pengganti. Sedangkan menurut istilah mad iwadl adalah mad yang terjadi apabila ada fathatain yang berada di akhir ayat atau ada tanda waqaf. Bacaan mad di sini menggantikan bunyi fathatain. Cara membacanya dipanjangkan dua harakat atau satu alif.
تَوَّابَۢا
أَحَدَۢا
Mad Layyin
Menurut bahasa mad artinya panjang dan layyin artinya lunak. Sedangkan menurut istilah mad layyin adalah mad yang terjadi apabila ada wau sukun atau ya sukun dan didahului oleh huruf yang berharakat fathah dan setelahnya berupa huruf hidup yang dibaca waqaf. Cara membacanya boleh dipanjangkan sebanyak dua harakat, empat harakat atau enam harakat.
خَيۡرُۖ
شَيۡءٖ
Mad ’arid lis-sukun
Menurut bahasa Mad artinya panjang, arid artinya baru/ tiba-tiba ada dan sukun artinya mati. Menurut istilah mad yang terjadi apabila ada huruf mad (wau, alif atau ya) yang berada di akhir ayat atau terdapat tanda waqaf. Cara membaca mad arid lis-sukun ada tiga macam, yaitu boleh dua harakat ( Qashr) empat harakat ( Tawassuth), atau enam harakat (Thul). Yang paling utama adalah membaca dengan panjang bacaan enam harakat.
يُبۡصِرُونَ
دِّينِ
يعَادَ
8. QS. AL-Quraisy dan QS.AL-Insyirah
QS.Al-Quaisy
1. لِاِيْلٰفِ قُرَيْشٍۙ =Karena kebiasaan orang-orang Quraisy,
2. اٖلٰفِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاۤءِ وَالصَّيْفِ =(yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas.
3. فَلْيَعْبُدُوْا رَبَّ هٰذَا الْبَيْتِۙ =Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka‘bah),
4. الَّذِيْٓ اَطْعَمَهُمْ مِّنْ جُوْعٍ ەۙ وَّاٰمَنَهُمْ مِّنْ خَوْفٍ =yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan.
QS.AL-Insyrirah
اَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ
Alam nasyrah laka shadrak
Artinya : Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Muhammad)?
وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَۙ
Wawadha’naa ‘anka wizrak
Artinya : dan Kami pun telah menurunkan bebanmu darimu,
الَّذِيْٓ اَنْقَضَ ظَهْرَكَۙ
Al-ladzii anqadha zhahrak
Artinya : yang memberatkan punggungm
وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَۗ
Warafa’naa laka dzikrak
Artinya : dan Kami tinggikan sebutan (nama)mu bagimu.
فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ
Fa-inna ma’al ‘usri yusran
Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan,
اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ
Inna ma’al ‘usri yusran
Artinya : sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan
فَاِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْۙ
Fa-idzaa faraghta faanshab
Artinya : Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain),
وَاِلٰى رَبِّكَ فَارْغَبْ
Wa-ila rabbika faarghab
Artinya : dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.
9. TOLONG MENOLONG
kandungan dari surat al-maun :
1) perbuatan yang dapat digolongkan sebagai pendusta agama yaitu
a) orang yang menghardik anak yatim, maksud dari menghardik anak yatim yaitu menolak dg keras untuk menyantuni , tdk menyayangi , tdk memberikan hak"nya
b) org yg tdk menganjurkan memberi makan fakir miskin , maksudnya kita tdk mengajak sanak keluarga kita untuk membantu fakir miskin , dikarenakan rasa baghil yg ada pada diri
2) ancaman neraka wail bagi orang" yg lalai dalam sholatnya , maksud dari lalai dalam sholatnya kita mengerjakan sholat tp hati dan fikiran kita tdk melaksanakannya , tubuh kita sedang sholat namun pada saat tubuh sholat fikiran kita sedang memikirkan masalah dunia
3) ancaman neraka wail juga bagi orang" yg sholat karena riya' , sholat karena ingin dipuji manusia
4) ancaman bagi org" yg enggan menolong dg barang yg berguna
HADIST TOLONG MENOLONG DARI IBNU UMAR
أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَخْبَرَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يُسْلِمُهُ وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ) رواه البخاري )Artinya: "Bahwasanya Abdullah bin Umar r.a. mengabarkan, bahwa Rasulullah saw. bersabda: ” Muslim yang satu adalah saudara muslim yang lain; oleh karena itu ia tidak boleh menganiaya dan mendiamkannya. Barang siapa memperhatikan kepentingan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kepentingannya. Barang siapa membantu kesulitan seorang muslim, maka Allah akan membantu kesulitannya dari beberapa kesulitannya nanti pada hari kiamat. Dan barang siapa menutupi (aib) seorang muslim, maka Allah akan menutupi (aib)nya pada hari kiamat ” . ( HR Bukhari )
HADIST TENTANG TOLONG MENOLONG RIWAYAT MUSLIM DARI ABU HURAIRAH
مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَابِ الدُّنْياَ نَفْسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَابِ يَوْمِ اْلقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَالْاَخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ فِى الدُّنْيَا وَالْاَخِرَةِ وَاللهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ اْلعَبْدُ فِى عَوْنِ اَخِيهِ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ.
Artinya: "Barangsiapa melapangkan seorang mukmin dari satu kesusahan dunia, Allah akan melapangkannya dari salah satu kesusahan di hari kiamat. Barang siapa meringankan penderitaan seseorang, Allah akan meringankan penderitaannya di dunia dan akhirat. Barang siapa menutupi (aib) seorang muslim, Allah akan menutupi (aib)nya di dunia dan akhirat. Allah akan menolong seorang hamba selama hamba itu mau menolong saudaranya."(H.R. Muslim dari Abu Hurairah).
Penjelasan Hadits
Sikap hidup yang harus ditumbuh kembangkan dalam kehidupan bermasyarkat sehari-hari. Yaitu, kesediaan melapangkan kesusahan, meringankan beban penderitaan, menjaga atau menutupi aib saudaranya agar tidak diketahui oleh orang banyak, dan kesediaan menolong sesama, jika hal tersebut ditumbuh kembangkan dalam kehidupan sehari dengan ikhlas insya Allah akan mendapat balasan dari Allah, yaitu akan dilapangkan, diringankan, ditutupi aibnya dan mendapat pertolongan Allah dari kesusahan-kesusahan di hari kiamat.
HADIST MENCINTAI ANAK YATIM
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
اَنَا وَكَافِلُ اْليَتِيْمِ فِي الْجَنَّةِ كَهَاتَيْنِ (رواه البخاري)
َقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
خَيْرُ بَيْتٍ فِي اْلمِسْلِمِيْنَ بَيْتٌ فِيْهِ يَتِيْمٌ يُحْسِنُ عَلَيْهِِ – وَ شَرُّ بَيْتٍ فِي اْلمُسْلِمِيْنَ بَيْتٌ فِيْهِ يَتِيْمٌ يُسَاءُ اِلَيْهِِ (رواه ابن ماجه)
Terjemahan Hadist
Hadist Pertama : “Aku (Muhammad SAW) dan pengasuh anak yatim kelak disurga seperti dua jari ini (Rasulullah SAW menunjuk jari telunjuk danjari tengah dan merapatkan keduanya)”. (HR Bukhari)
Hadist Kedua : “Sebaik-baik rumah kaum Muslimin ialah rumah yang terdapat di dalamnya anak yatim yang diperlakukan dengan baik. Dan seburuk-buruk rumah kaum Muslimin ialah rumah yang didalamnya terdapat anak yatim tapi anak itu diperlkukan dengan huruk”. (HR Ibnu Majah)
Kandungan Hadist
Hadist diatas merupakan janji Rasulullah SAW kepada pengikutnya yang menyayangi dan menyantuni anak yatim.
Anak yatim piatu adalah anak yang ditinggal wafat oleh bapak dan ibunya sejak masih kecil. Dapat kita bayangkan bagaimana menderitanya anak-anak yatim yang tidak lagi berkumpul dengan orang tuanya. Mereka tidak punya tempat bersandar dan tidak mendapatkan kasih sayang.
Secara materi anak yatim pastilah kekurangan. Walaupun almarhum orang tuanya kaya, anak yatim telah kehilangan figure orang dewasa yang mencukupi kebutuhan mereka dan memberikan rasa aman. Selain secara materi, anak yatim juga merasa menderita secara batin. Merekatidak cukup dilimpahi kasih sayang. Oleh karena itu, kita wajib menyantuni mereka agar penderitaan mereka berkurang dan mereka bisa merasakan kasih sayang dari saudara sesame Muslin.
Jika diantara temanmu ada anak yatim, hendaklah kamu berbuat baik padanya. Jika ia membutuhkan bantuan dan kamu bisa membantunya, bantulah ia untuk meringankan bebannya.
10. Hukum bacaan lam dan ra
Hukum bacaan ra ada 3:
1. tafkhim
- Ra fathah, Ra fathahtainn
رَسُولًا, شَاكِرًا عَلِيمًا
-ra dhommah, ra dhommahtain
رُزِقْنا، غَفُورٌ حَلِيم
-ra sukun didahului fathah atau dhommah
مُرْسَلُونَ، مَرْقَدِنَا
-ra sukun bertemu salah satu huruf (ص،ط،ق)
مِرْصَادًا، قِرْطَاسٌ، فِرْقَةٌ
-ra sukun didahului hamzah washol.
ٱِرْحَمْهُمَا
-ra sukun karena waqof didahului huruf sukun selain ya yg sebelumnya ada fathah atau dhommah.
وَٱلعَصْرْ• لَفِي خُسْرْ•
2. tarqiq
-ra kasroh, ra kasrohtain
رِجَالٌ، بِحُرٍعِينٍ
-ra sukun didahului kasroh
فَٱصْبِرْ
-ra sukun karena waqaf didahului huruf sukun yg sebelumnya ada kasroh
ذِكْرٌ•
3. boleh tafkhim atau tarqiq
di al-qur'an ada 7:
كُلُّ فِرْقٍ .1
عَيْنَ ٱلْقِطْرِ• .2
مِصْرَ• .3
وَنُذُرِ• .4
فَأَسْرِ• .5
أَنْ أَسْرِ• .6
إِذَا يَسْرِ• .7
LAM JALALAH
Lam jalalah ialah lam nya lafad allah.
Hukum lam jalalah ada 2:
1. tafkhim
apabila lam jalalah didahului fathah atau dhommah.
إنَّ ٱللّٰهَ، عَلَيْهُ ٱللّٰهَ
2. tarqiq
apabila lam jalalah didahului kasroh
لِلّٰهِ
11. QS.AL-HUMAZAH DAN AT-TAKATSUR
• AT-Takasur
1. اَلْهٰىكُمُ التَّكَاثُرُۙ =Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,
2. حَتّٰى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَۗ =sampai kamu masuk ke dalam kubur.
3. كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَۙ =Sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),
4. ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَ =kemudian sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui.
5. كَلَّا لَوْ تَعْلَمُوْنَ عِلْمَ الْيَقِيْنِۗ =Sekali-kali tidak! Sekiranya kamu mengetahui dengan pasti,
6. لَتَرَوُنَّ الْجَحِيْمَۙ =niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahim,
7. ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِيْنِۙ =kemudian kamu benar-benar akan melihatnya dengan mata kepala sendiri,
8. ثُمَّ لَتُسْـَٔلُنَّ يَوْمَىِٕذٍ عَنِ النَّعِيْمِ =kemudian kamu benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang megah di dunia itu).
• AL-Humazah
1. وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍۙwailul likulli humazatil lumazahCelakalah bagi setiap pengumpat dan pencela,
2. ۨالَّذِيْ جَمَعَ مَالًا وَّعَدَّدَهٗۙallażī jama'a mālaw wa 'addadahyang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya,
3. يَحْسَبُ اَنَّ مَالَهٗٓ اَخْلَدَهٗۚyaḥsabu anna mālahū akhladahdia (manusia) mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya.
4. كَلَّا لَيُنْۢبَذَنَّ فِى الْحُطَمَةِۖkallā layumbażanna fil-ḥuṭamahSekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (neraka) Hutamah.
5. وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْحُطَمَةُ ۗwa mā adrāka mal-ḥuṭamahDan tahukah kamu apakah (neraka) Hutamah itu?
6. نَارُ اللّٰهِ الْمُوْقَدَةُۙnārullāhil-mụqadah(Yaitu) api (azab) Allah yang dinyalakan,
7. الَّتِيْ تَطَّلِعُ عَلَى الْاَفْـِٕدَةِۗallatī taṭṭali'u 'alal-af`idahyang (membakar) sampai ke hati.
8. اِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُّؤْصَدَةٌۙinnahā 'alaihim mu`ṣadahSungguh, api itu ditutup rapat atas (diri) mereka,
9. فِيْ عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍfī 'amadim mumaddadah(sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.
12. HADIST PERILAKU KESEIMBANAGAN HIDUP DI DUNIA DAN AKHIRAT
• Riwayat ibn Asakir dari Anas
لَيْسَ بِخَيْرِ كُمْ مَنْ تَرَكَ دُنْيَاهُ لِاخِرَتِهِ وَلاَ اخِرَتَهُ لِدُنْيَاهُ حَتّى يُصِيْبُ مِنْهُمَاجَمِيْعًا
فَاِنَّ الدَّنْيَا بَلَاغٌ اِلَى اْلاخِرَةِ وَلَاتَكُوْنُوْا كَلًّ عَلَى النَّاسِ ( رواه ابن عسا كرعن انس )
Artinya:
“bukankah orang yang paling baik diantara kamu orang yang meninggalkan kepentingan dunia untuk mengejar akhirat atau meninggalkan akhirat untuk mengejar dunia sehingga dapat memadukan keduanya. Sesungguhnya kehidupan dunia mengantarkan kamu menuju kehidupan akhirat. Janganlah kamu menjadi beban orang lain”
• Hadits riwayat Al-Bukhari dari Zubair bin Awwam
لَاَنْ يَأْ خُذَ اَحَدُكُمْ اَحْبُلاً فَيَأْخُذَ حُزْمَةً مِنْ حَطَبٍ فَيَبِيْعَ فَيَكُوْفَ اللّهُ بِهِ وَجْهَهُ خَيْرٌمِنْ اَنْ يَسْأَلَ النَّاسَ اُعْطِيَ اّمْ مُنِعَ (رواه البخارى عن الزبير ابن العوام)
Artinya: Sungguh, jika salah seorang di antara kamu membawa seutas tali untuk mencari seikat kayu bakar, lalu kayu itu dijual sehingga Allah mencukupkan kebutuhan hidupnya dengan hasil jualnya, itu lebih baik daripada meminta-minta kepada orang lain, baik diberi maupun ditolak (tidak diberi). (H. R. Al-Bukhari dari Zubair bin Awwam)
• Hadits riwayat Muslim dari Abu Hurairah
الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرُ وَاَحَبُّ اِلَى اللّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٍ اِحْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللّهِ وَلاَتَعْجِزْ (رواه مسلم عن ابى هريرة)
Artinya: Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah, sedangkan pada masing-masing ada kebaikannya. Bersemangatlah kamu untuk mendapat sesuatu yang bermanfaat bagimu. Mohonlah pertolongan kepada Allah dan janganlah kamu merasa tak berdaya. (H. R. Muslim dari Abu Hurairah)
13. Mad Silah, mad Badal, ad Tamkin, mad Farqi
• Mad Silah
a. Mad Shilah Qashirah ( مَدْ صِلَةقَصِيْرَة )
Ketika ada Huruf haa dhamir ( ﻪ ) sedangkan sebelum haa tadi ada huruf hidup (berharakat), maka cara membacanya harus panjang seperti mad thobi’i. Panjang 1 alif (2 harakat)
Contoh : اِنَّهُ كَانَ ﻻَشَرِيْك لَهُ
b. Mad Shilah Thawilah
Ketika ada Mad Qashirah bertemu dgn hamzah ( ء ), maka membacanya seperti Mad Jaiz Munfashil . panjang 2, 2 1/2 alif, (4/5 harokat)
Contoh : عِنْدَهُ اِﻻَّبِاذْنِه لَهُ اَخْلَدَهُ
• Mad Badal
Apabila hamzah berharakat fathah,dammah,kasah, bertemu hamzah sukun. Hamzah tersebut diganti dengan harakat berdiri atau hanya ditulis hurufnya alif,wawu,atau ya’ tanpa harakat. Cara membacanya panjang 2 harakat atau 1 alif. Contoh:
آدَمَ asalnya أَأْدَمَ
ٳِِيْمَان asalnya ٳِِئْمَانٌ
• Mad Tamkin
Apabila huruf ya’ sukun yang didahului oleh huruf ang berharakat tasydid dan kasrah . Panjang 1 alif atau 2 arakat.
Contoh :
النَبِيّيْنَ حُييِّيْتُمْ
• Mad Farqi
Pajang 6 harakat atau 1 alif
Contoh: addzakkarain
14. QS. Al-Qariah dan QS.Al-Zalzalah
• QS. Al-Qari’ah:
1. اَلْقَارِعَةُۙal-qāri'ahHari Kiamat,
2. مَا الْقَارِعَةُ ۚmal-qāri'ahApakah hari Kiamat itu?
3. وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْقَارِعَةُ ۗwa mā adrāka mal-qāri'ahDan tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?
4. يَوْمَ يَكُوْنُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوْثِۙyauma yakụnun-nāsu kal-farāsyil-mabṡụṡPada hari itu manusia seperti laron yang beterbangan,
5. وَتَكُوْنُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوْشِۗwa takụnul-jibālu kal-'ihnil-manfụsydan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan.
6. فَاَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهٗۙfa ammā man ṡaqulat mawāzīnuhMaka adapun orang yang berat timbangan (kebaikan)nya,
7. فَهُوَ فِيْ عِيْشَةٍ رَّاضِيَةٍۗfa huwa fī 'īsyatir rāḍiyahmaka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang).
8. وَاَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِيْنُهٗۙwa ammā man khaffat mawāzīnuhDan adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya,
9. فَاُمُّهُ هَاوِيَةٌ ۗfa ummuhụ hāwiyahmaka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.
10. وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا هِيَهْۗwa mā adrāka mā hiyahDan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?
11. نَارٌ حَامِيَةٌnārun ḥāmiyah(Yaitu) api yang sangat panas.
• QS. Al-Zalzalah :
1. اِذَا زُلْزِلَتِ الْاَرْضُ زِلْزَالَهَاۙiżā zulzilatil-arḍu zilzālahāApabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat,
2. وَاَخْرَجَتِ الْاَرْضُ اَثْقَالَهَاۙwa akhrajatil-arḍu aṡqālahādan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya,
3. وَقَالَ الْاِنْسَانُ مَا لَهَاۚwa qālal-insānu mā lahāDan manusia bertanya, “Apa yang terjadi pada bumi ini?”
4. يَوْمَىِٕذٍ تُحَدِّثُ اَخْبَارَهَاۙyauma`iżin tuḥaddiṡu akhbārahāPada hari itu bumi menyampaikan beritanya,
5. بِاَنَّ رَبَّكَ اَوْحٰى لَهَاۗbi`anna rabbaka auḥā lahākarena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) padanya.
6. يَوْمَىِٕذٍ يَّصْدُرُ النَّاسُ اَشْتَاتًا ەۙ لِّيُرَوْا اَعْمَالَهُمْۗyauma`iżiy yaṣdurun-nāsu asytātal liyurau a'mālahumPada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan berkelompok-kelompok, untuk diperlihatkan kepada mereka (balasan) semua perbuatannya.
7. فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚfa may ya'mal miṡqāla żarratin khairay yarahMaka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya,
8. وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗwa may ya'mal miṡqāla żarratin syarray yarahdan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
15. Liat di buku paket
16. Mad Lazim
Liat buku UAMBN hl 46.
17. QS. Al-Ashr dan QS. Al-Alaq
• QS. Al-Ashr:
1. وَالْعَصْرِۙwal-'aṣrDemi masa,
2. اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙinnal-insāna lafī khusrsungguh, manusia berada dalam kerugian,
3. اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِillallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti wa tawāṣau bil-ḥaqqi wa tawāṣau biṣ-ṣabrkecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran
• QS.Al-Alaq:
1. اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚiqra` bismi rabbikallażī khalaqBacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,
2. خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚkhalaqal-insāna min 'alaqDia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙiqra` wa rabbukal-akramBacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia,
4. الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙallażī 'allama bil-qalamYang mengajar (manusia) dengan pena.
5. عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ'allamal-insāna mā lam ya'lamDia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.
6. كَلَّآ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَيَطْغٰىٓ ۙkallā innal-insāna layaṭgāSekali-kali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas,
7. اَنْ رَّاٰهُ اسْتَغْنٰىۗar ra`āhustagnāapabila melihat dirinya serba cukup.
8. اِنَّ اِلٰى رَبِّكَ الرُّجْعٰىۗinna ilā rabbikar-ruj'āSungguh, hanya kepada Tuhanmulah tempat kembali(mu).
9. اَرَاَيْتَ الَّذِيْ يَنْهٰىۙa ra`aitallażī yan-hāBagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang?
10. عَبْدًا اِذَا صَلّٰىۗ'abdan iżā ṣallāseorang hamba ketika dia melaksanakan salat,
11. اَرَاَيْتَ اِنْ كَانَ عَلَى الْهُدٰىٓۙa ra`aita ing kāna 'alal-hudābagaimana pendapatmu jika dia (yang dilarang salat itu) berada di atas kebenaran (petunjuk),
12. اَوْ اَمَرَ بِالتَّقْوٰىۗau amara bit-taqwāatau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?
13. اَرَاَيْتَ اِنْ كَذَّبَ وَتَوَلّٰىۗa ra`aita ing każżaba wa tawallāBagaimana pendapatmu jika dia (yang melarang) itu mendustakan dan berpaling?
14. اَلَمْ يَعْلَمْ بِاَنَّ اللّٰهَ يَرٰىۗa lam ya'lam bi`annallāha yarāTidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat (segala perbuatannya)?
15. كَلَّا لَىِٕنْ لَّمْ يَنْتَهِ ەۙ لَنَسْفَعًاۢ بِالنَّاصِيَةِۙkallā la`il lam yantahi lanasfa'am bin-nāṣiyahSekali-kali tidak! Sungguh, jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (ke dalam neraka),
16. نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍۚnāṣiyating kāżibatin khāṭi`ahyaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan dan durhaka.
17. فَلْيَدْعُ نَادِيَهٗۙfalyad'u nādiyahMaka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya),
18. سَنَدْعُ الزَّبَانِيَةَۙsanad'uz-zabāniyahKelak Kami akan memanggil Malaikat Zabaniyah, (penyiksa orang-orang yang berdosa),
19. كَلَّاۗ لَا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ ۩kallā, lā tuṭi'hu wasjud waqtaribsekali-kali tidak! Janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah serta dekatkanlah (dirimu kepada Allah).
18. MENGHARGAI WAKTU DAN MEUNTUT ILMU
BUKA BUKA UAMBN HAL 49.
Itu beberapa ringkasan dari kisi kisi Al-Qur'an Hadist sekali lagi saya minta maaf karena masih banyak sekali kesalahan dalam blog ini, tapi semoga saja yg saya bagikan ini dapat bermanfaat bagi adik-adik yg hendak melaksanakn UAMBN terimakasih... Selamat berjuang dan semoga sukses.
Wassalamualaikum.wr.wb.
Hari ini gue bakalan nge share jawaban kisi-kisi mapel Al-Qur'an Hadist SMP/MTs UAMBN 2019
Silahkan disimak ya semoga bermanfaat maaf jika masih ada yang belum rapih atau belum terjawab.
Kisi kisi qur,an hadist
2. Isi kandungan Q.S. ALfatihah,An-nas,AL-falaq dan, Al-Iklash
isi pokok surat al-fatihah:
Surat Al-Fatihah
1. بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِbismillāhir-raḥmānir-raḥīmDengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
2. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙal-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīnSegala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam,
3. الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙar-raḥmānir-raḥīmYang Maha Pengasih, Maha Penyayang,
4. مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗmāliki yaumid-dīnPemilik hari pembalasan.
5. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗiyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īnHanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.
6. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ ۙihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīmTunjukilah kami jalan yang lurus,
7. صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَṣirāṭallażīna an'amta 'alaihim gairil-magḍụbi 'alaihim wa laḍ-ḍāllīn(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
surat al-fatihah adalah surat pembukaan dari Al-Qur'an,
surat al-fatihah disebut juga ummul qur'an,
sebagai ummul qur'an al-fatihah mengandung isi pokok yang mencakup:
1) aqidah
2) ibadah
3) hukum-hukum
4) janji dan ancaman
5) kisah-kisah
isi pokok aqidah termaktub dalam ayat 2 yang bunyinya الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ayat ini merupakan pernyataan seorang hambah yang menyatakan bahwa hanya Allah lah yang memiliki kesempurnaan
isi pokok ibadah termaktub dalam ayat إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ayat ini merupakan pernyataan seorang hambah yang menyatakan bahwa kita beribadah itu hanyalah kepada Allah
isi pokok tentang hukum-hukum termaktub dalam ayat اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ ayat ini merupakan permintaan seorang hambah agar ditetapkan dalam hukum atau peraturan islam
isi pokok tentang janji dan ancaman teermaktub dalam ayat مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ , dari ayat ini tersirat janji dan ancaman Allah kepada hambahnya yang rajin beribadah dijanjikan surga dan bagi hambahnya yang kufur diancam neraka
adapun isi pokok tentang kisah-kisah termaktub dalam ayat صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ ayat tersebut menunjukkan bagaimana orang-orang terdahulu yang diberi nikmat dan orang-orang yang dimurkai.
NOTE: ayat 1 dan 3 =asma wa sifat
Ayat 2 = tauhid rububiyah
Ayat 5-7 tauhid uluhiyahh
isi pokok surat an-naas
Surah An-Naas
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ﴿١﴾
Qul a'uudzu birabbin naas
[114:1] Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.
مَلِكِ النَّاسِ ﴿٢﴾
Maliki nnaas
[114:2] Raja manusia.
إِلَـٰهِ النَّاسِ ﴿٣﴾
Ilaahi nnaas
[114:3] Sembahan manusia.
مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ﴿٤﴾
Min syarri lwaswaasi lkhannaas
[114:4] Dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi,,
الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ ﴿٥﴾
Alladzii yuwaswisu fii shuduuri nnaas
[114:5] yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ﴿٦﴾
Mina ljinnati wannaas
[114:6] dari jin dan manusia.
Surat ini mengandung permintaan perlindungan kepada Allah Tuhan manusia, Penguasa mereka dan Sembahan mereka dari setan yang merupakan sumber keburukan, dimana di antara fitnah dan keburukannya adalah suka membisikkan kejahatan dalam diri manusia, ia perbagus sesuatu yang buruk kepada manusia, dan memperburuk sesuatu yang sebenarnya baik, ia mendorong manusia mengerjakan keburukan dan melemahkan manusia mengerjakan kebaikan.
selain itu isi pokok surat an-naas berisi tentang rububiyah Allah, uluhiyah Allah dan mulkiyah Allah
NOTE:
-ayat 1 dan 2=tauhid rububiyah
-ayat 3 = tauhid uluhiyah
isi pokok surat al-falaq
1. قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ
2. qul a'ụżu birabbil-falaq =Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar),
3. مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ
4. min syarri mā khalaq =dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,
5. وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ
6. wa min syarri gāsiqin iżā waqab =dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
7. وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ
8. wa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqad =dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya),
9. وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ
10. wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad =dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”
isi pokok surat al-falaq adalah perintah Allah kepada hambahnya untuk selalu memintah perlindungan Allah dari segala kejahatan, terutama kejahatan waktu subuh.
Ayat 1 =tauhid rububiyah
isi pokok surat al-khlas
Surat Al-Ikhlas
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
1. قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
2. qul huwallāhu aḥad =Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
3. اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ
4. allāhuṣ-ṣamad =Allah tempat meminta segala sesuatu.
5. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙlam yalid wa lam yụlad =(Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.
6. وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ
7. wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad =Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”
Surah ini mengandung pengesaan terhadap Allah Swt mutlak harus kita lakukan sepenuh hati, dimana sifat Allah Swt yang tidak mungkin dimiliki oleh makhlukNya adalah Esa, tunggal.
4. Hukum bacaan qalqalah
Huruf qalqalah ada lima yaitu qaf (ق), tha (ط), ba' (ب), jim (ج), dan dal (د).Qalqalah terbagi menjadi dua jenis:Qalqalah Sugra yaitu apabila salah satu daripada huruf qalqalah itu berbaris mati dan baris matinya adalah asli karena harakat sukun dan bukan karena waqaf.
5. Toleransi
QS.AL-Alafirun:
1. قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙ
2. qul yā ayyuhal-kāfirụn =Katakanlah (Muhammad), “Wahai orang-orang kafir!
3. لَآ اَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَۙ
4. lā a'budu mā ta'budụn =aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah,
5. وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۚwa lā antum 'ābidụna mā a'bud =dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah,
6. وَلَآ اَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُّمْۙ
7. wa lā ana 'ābidum mā 'abattum =dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,
8. وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۗ
9. wa lā antum 'ābidụna mā a'bud =dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah.
10. لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ
11. lakum dīnukum wa liya dīn =Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.”
QS.AL-Bayyinah :
Surat Al-Bayyinah
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
1. لَمْ يَكُنِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِيْنَ مُنْفَكِّيْنَ حَتّٰى تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُۙlam yakunillażīna kafarụ min ahlil-kitābi wal-musyrikīna munfakkīna ḥattā ta`tiyahumul-bayyinahOrang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak akan meninggalkan (agama mereka) sampai datang kepada mereka bukti yang nyata,
2. رَسُوْلٌ مِّنَ اللّٰهِ يَتْلُوْا صُحُفًا مُّطَهَّرَةًۙrasụlum minallāhi yatlụ ṣuḥufam muṭahharah(yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang suci (Al-Qur'an),
3. فِيْهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ ۗfīhā kutubung qayyimahdi dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus (benar).
4. وَمَا تَفَرَّقَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنَةُ ۗwa mā tafarraqallażīna ụtul-kitāba illā mim ba'di mā jā`at-humul-bayyinahDan tidaklah terpecah-belah orang-orang Ahli Kitab melainkan setelah datang kepada mereka bukti yang nyata.
5. وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗwa mā umirū illā liya'budullāha mukhliṣīna lahud-dīna ḥunafā`a wa yuqīmuṣ-ṣalāta wa yu`tuz-zakāta wa żālika dīnul-qayyimahPadahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).
6. اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِيْنَ فِيْ نَارِ جَهَنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِۗinnallażīna kafarụ min ahlil-kitābi wal-musyrikīna fī nāri jahannama khālidīna fīhā, ulā`ika hum syarrul-bariyyahSungguh, orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Mereka itu adalah sejahat-jahat makhluk.
7. اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اُولٰۤىِٕكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِۗinnallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti ulā`ika hum khairul-bariyyahSungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.
8. جَزَاۤؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًا ۗرَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ ۗ ذٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهٗjazā`uhum 'inda rabbihim jannātu 'adnin tajrī min taḥtihal-an-hāru khālidīna fīhā abadā, raḍiyallāhu 'an-hum wa raḍụ 'an-h, żālika liman khasyiya rabbahBalasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ’Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.
6. Surah AL-Lahab dan AN-Nashr
Surah AN-Nashr:
1. اِذَا جَاۤءَ نَصْرُ اللّٰهِ وَالْفَتْحُۙ =Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,
2. وَرَاَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُوْنَ فِيْ دِيْنِ اللّٰهِ اَفْوَاجًاۙ =dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah,
3. فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُۗ اِنَّهٗ كَانَ تَوَّابًا =maka bertasbihlah padaTuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat.
Surah AL-Lahab:
1. تَبَّتْ يَدَآ اَبِيْ لَهَبٍ وَّتَبَّۗ =Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia!
2. مَآ اَغْنٰى عَنْهُ مَالُهٗ وَمَا كَسَبَۗ =Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan.
3. سَيَصْلٰى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍۙ =Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (neraka).
4. وَّامْرَاَتُهٗ ۗحَمَّالَةَ الْحَطَبِۚ =Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah).
5. فِيْ جِيْدِهَا حَبْلٌ مِّنْ مَّسَدٍ =Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.
7.Mad iwadh, mad layyyin dan mad arid lisukun
Mad Iwadh
Menurut bahasa mad artinya panjang dan Iwadl artinya pengganti. Sedangkan menurut istilah mad iwadl adalah mad yang terjadi apabila ada fathatain yang berada di akhir ayat atau ada tanda waqaf. Bacaan mad di sini menggantikan bunyi fathatain. Cara membacanya dipanjangkan dua harakat atau satu alif.
تَوَّابَۢا
أَحَدَۢا
Mad Layyin
Menurut bahasa mad artinya panjang dan layyin artinya lunak. Sedangkan menurut istilah mad layyin adalah mad yang terjadi apabila ada wau sukun atau ya sukun dan didahului oleh huruf yang berharakat fathah dan setelahnya berupa huruf hidup yang dibaca waqaf. Cara membacanya boleh dipanjangkan sebanyak dua harakat, empat harakat atau enam harakat.
خَيۡرُۖ
شَيۡءٖ
Mad ’arid lis-sukun
Menurut bahasa Mad artinya panjang, arid artinya baru/ tiba-tiba ada dan sukun artinya mati. Menurut istilah mad yang terjadi apabila ada huruf mad (wau, alif atau ya) yang berada di akhir ayat atau terdapat tanda waqaf. Cara membaca mad arid lis-sukun ada tiga macam, yaitu boleh dua harakat ( Qashr) empat harakat ( Tawassuth), atau enam harakat (Thul). Yang paling utama adalah membaca dengan panjang bacaan enam harakat.
يُبۡصِرُونَ
دِّينِ
يعَادَ
8. QS. AL-Quraisy dan QS.AL-Insyirah
QS.Al-Quaisy
1. لِاِيْلٰفِ قُرَيْشٍۙ =Karena kebiasaan orang-orang Quraisy,
2. اٖلٰفِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاۤءِ وَالصَّيْفِ =(yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas.
3. فَلْيَعْبُدُوْا رَبَّ هٰذَا الْبَيْتِۙ =Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka‘bah),
4. الَّذِيْٓ اَطْعَمَهُمْ مِّنْ جُوْعٍ ەۙ وَّاٰمَنَهُمْ مِّنْ خَوْفٍ =yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan.
QS.AL-Insyrirah
اَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ
Alam nasyrah laka shadrak
Artinya : Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Muhammad)?
وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَۙ
Wawadha’naa ‘anka wizrak
Artinya : dan Kami pun telah menurunkan bebanmu darimu,
الَّذِيْٓ اَنْقَضَ ظَهْرَكَۙ
Al-ladzii anqadha zhahrak
Artinya : yang memberatkan punggungm
وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَۗ
Warafa’naa laka dzikrak
Artinya : dan Kami tinggikan sebutan (nama)mu bagimu.
فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ
Fa-inna ma’al ‘usri yusran
Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan,
اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ
Inna ma’al ‘usri yusran
Artinya : sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan
فَاِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْۙ
Fa-idzaa faraghta faanshab
Artinya : Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain),
وَاِلٰى رَبِّكَ فَارْغَبْ
Wa-ila rabbika faarghab
Artinya : dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.
9. TOLONG MENOLONG
kandungan dari surat al-maun :
1) perbuatan yang dapat digolongkan sebagai pendusta agama yaitu
a) orang yang menghardik anak yatim, maksud dari menghardik anak yatim yaitu menolak dg keras untuk menyantuni , tdk menyayangi , tdk memberikan hak"nya
b) org yg tdk menganjurkan memberi makan fakir miskin , maksudnya kita tdk mengajak sanak keluarga kita untuk membantu fakir miskin , dikarenakan rasa baghil yg ada pada diri
2) ancaman neraka wail bagi orang" yg lalai dalam sholatnya , maksud dari lalai dalam sholatnya kita mengerjakan sholat tp hati dan fikiran kita tdk melaksanakannya , tubuh kita sedang sholat namun pada saat tubuh sholat fikiran kita sedang memikirkan masalah dunia
3) ancaman neraka wail juga bagi orang" yg sholat karena riya' , sholat karena ingin dipuji manusia
4) ancaman bagi org" yg enggan menolong dg barang yg berguna
HADIST TOLONG MENOLONG DARI IBNU UMAR
أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَخْبَرَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يُسْلِمُهُ وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ) رواه البخاري )Artinya: "Bahwasanya Abdullah bin Umar r.a. mengabarkan, bahwa Rasulullah saw. bersabda: ” Muslim yang satu adalah saudara muslim yang lain; oleh karena itu ia tidak boleh menganiaya dan mendiamkannya. Barang siapa memperhatikan kepentingan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kepentingannya. Barang siapa membantu kesulitan seorang muslim, maka Allah akan membantu kesulitannya dari beberapa kesulitannya nanti pada hari kiamat. Dan barang siapa menutupi (aib) seorang muslim, maka Allah akan menutupi (aib)nya pada hari kiamat ” . ( HR Bukhari )
HADIST TENTANG TOLONG MENOLONG RIWAYAT MUSLIM DARI ABU HURAIRAH
مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَابِ الدُّنْياَ نَفْسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَابِ يَوْمِ اْلقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَالْاَخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ فِى الدُّنْيَا وَالْاَخِرَةِ وَاللهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ اْلعَبْدُ فِى عَوْنِ اَخِيهِ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ.
Artinya: "Barangsiapa melapangkan seorang mukmin dari satu kesusahan dunia, Allah akan melapangkannya dari salah satu kesusahan di hari kiamat. Barang siapa meringankan penderitaan seseorang, Allah akan meringankan penderitaannya di dunia dan akhirat. Barang siapa menutupi (aib) seorang muslim, Allah akan menutupi (aib)nya di dunia dan akhirat. Allah akan menolong seorang hamba selama hamba itu mau menolong saudaranya."(H.R. Muslim dari Abu Hurairah).
Penjelasan Hadits
Sikap hidup yang harus ditumbuh kembangkan dalam kehidupan bermasyarkat sehari-hari. Yaitu, kesediaan melapangkan kesusahan, meringankan beban penderitaan, menjaga atau menutupi aib saudaranya agar tidak diketahui oleh orang banyak, dan kesediaan menolong sesama, jika hal tersebut ditumbuh kembangkan dalam kehidupan sehari dengan ikhlas insya Allah akan mendapat balasan dari Allah, yaitu akan dilapangkan, diringankan, ditutupi aibnya dan mendapat pertolongan Allah dari kesusahan-kesusahan di hari kiamat.
HADIST MENCINTAI ANAK YATIM
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
اَنَا وَكَافِلُ اْليَتِيْمِ فِي الْجَنَّةِ كَهَاتَيْنِ (رواه البخاري)
َقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
خَيْرُ بَيْتٍ فِي اْلمِسْلِمِيْنَ بَيْتٌ فِيْهِ يَتِيْمٌ يُحْسِنُ عَلَيْهِِ – وَ شَرُّ بَيْتٍ فِي اْلمُسْلِمِيْنَ بَيْتٌ فِيْهِ يَتِيْمٌ يُسَاءُ اِلَيْهِِ (رواه ابن ماجه)
Terjemahan Hadist
Hadist Pertama : “Aku (Muhammad SAW) dan pengasuh anak yatim kelak disurga seperti dua jari ini (Rasulullah SAW menunjuk jari telunjuk danjari tengah dan merapatkan keduanya)”. (HR Bukhari)
Hadist Kedua : “Sebaik-baik rumah kaum Muslimin ialah rumah yang terdapat di dalamnya anak yatim yang diperlakukan dengan baik. Dan seburuk-buruk rumah kaum Muslimin ialah rumah yang didalamnya terdapat anak yatim tapi anak itu diperlkukan dengan huruk”. (HR Ibnu Majah)
Kandungan Hadist
Hadist diatas merupakan janji Rasulullah SAW kepada pengikutnya yang menyayangi dan menyantuni anak yatim.
Anak yatim piatu adalah anak yang ditinggal wafat oleh bapak dan ibunya sejak masih kecil. Dapat kita bayangkan bagaimana menderitanya anak-anak yatim yang tidak lagi berkumpul dengan orang tuanya. Mereka tidak punya tempat bersandar dan tidak mendapatkan kasih sayang.
Secara materi anak yatim pastilah kekurangan. Walaupun almarhum orang tuanya kaya, anak yatim telah kehilangan figure orang dewasa yang mencukupi kebutuhan mereka dan memberikan rasa aman. Selain secara materi, anak yatim juga merasa menderita secara batin. Merekatidak cukup dilimpahi kasih sayang. Oleh karena itu, kita wajib menyantuni mereka agar penderitaan mereka berkurang dan mereka bisa merasakan kasih sayang dari saudara sesame Muslin.
Jika diantara temanmu ada anak yatim, hendaklah kamu berbuat baik padanya. Jika ia membutuhkan bantuan dan kamu bisa membantunya, bantulah ia untuk meringankan bebannya.
10. Hukum bacaan lam dan ra
Hukum bacaan ra ada 3:
1. tafkhim
- Ra fathah, Ra fathahtainn
رَسُولًا, شَاكِرًا عَلِيمًا
-ra dhommah, ra dhommahtain
رُزِقْنا، غَفُورٌ حَلِيم
-ra sukun didahului fathah atau dhommah
مُرْسَلُونَ، مَرْقَدِنَا
-ra sukun bertemu salah satu huruf (ص،ط،ق)
مِرْصَادًا، قِرْطَاسٌ، فِرْقَةٌ
-ra sukun didahului hamzah washol.
ٱِرْحَمْهُمَا
-ra sukun karena waqof didahului huruf sukun selain ya yg sebelumnya ada fathah atau dhommah.
وَٱلعَصْرْ• لَفِي خُسْرْ•
2. tarqiq
-ra kasroh, ra kasrohtain
رِجَالٌ، بِحُرٍعِينٍ
-ra sukun didahului kasroh
فَٱصْبِرْ
-ra sukun karena waqaf didahului huruf sukun yg sebelumnya ada kasroh
ذِكْرٌ•
3. boleh tafkhim atau tarqiq
di al-qur'an ada 7:
كُلُّ فِرْقٍ .1
عَيْنَ ٱلْقِطْرِ• .2
مِصْرَ• .3
وَنُذُرِ• .4
فَأَسْرِ• .5
أَنْ أَسْرِ• .6
إِذَا يَسْرِ• .7
LAM JALALAH
Lam jalalah ialah lam nya lafad allah.
Hukum lam jalalah ada 2:
1. tafkhim
apabila lam jalalah didahului fathah atau dhommah.
إنَّ ٱللّٰهَ، عَلَيْهُ ٱللّٰهَ
2. tarqiq
apabila lam jalalah didahului kasroh
لِلّٰهِ
11. QS.AL-HUMAZAH DAN AT-TAKATSUR
• AT-Takasur
1. اَلْهٰىكُمُ التَّكَاثُرُۙ =Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,
2. حَتّٰى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَۗ =sampai kamu masuk ke dalam kubur.
3. كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَۙ =Sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),
4. ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَ =kemudian sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui.
5. كَلَّا لَوْ تَعْلَمُوْنَ عِلْمَ الْيَقِيْنِۗ =Sekali-kali tidak! Sekiranya kamu mengetahui dengan pasti,
6. لَتَرَوُنَّ الْجَحِيْمَۙ =niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahim,
7. ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِيْنِۙ =kemudian kamu benar-benar akan melihatnya dengan mata kepala sendiri,
8. ثُمَّ لَتُسْـَٔلُنَّ يَوْمَىِٕذٍ عَنِ النَّعِيْمِ =kemudian kamu benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang megah di dunia itu).
• AL-Humazah
1. وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍۙwailul likulli humazatil lumazahCelakalah bagi setiap pengumpat dan pencela,
2. ۨالَّذِيْ جَمَعَ مَالًا وَّعَدَّدَهٗۙallażī jama'a mālaw wa 'addadahyang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya,
3. يَحْسَبُ اَنَّ مَالَهٗٓ اَخْلَدَهٗۚyaḥsabu anna mālahū akhladahdia (manusia) mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya.
4. كَلَّا لَيُنْۢبَذَنَّ فِى الْحُطَمَةِۖkallā layumbażanna fil-ḥuṭamahSekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (neraka) Hutamah.
5. وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْحُطَمَةُ ۗwa mā adrāka mal-ḥuṭamahDan tahukah kamu apakah (neraka) Hutamah itu?
6. نَارُ اللّٰهِ الْمُوْقَدَةُۙnārullāhil-mụqadah(Yaitu) api (azab) Allah yang dinyalakan,
7. الَّتِيْ تَطَّلِعُ عَلَى الْاَفْـِٕدَةِۗallatī taṭṭali'u 'alal-af`idahyang (membakar) sampai ke hati.
8. اِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُّؤْصَدَةٌۙinnahā 'alaihim mu`ṣadahSungguh, api itu ditutup rapat atas (diri) mereka,
9. فِيْ عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍfī 'amadim mumaddadah(sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.
12. HADIST PERILAKU KESEIMBANAGAN HIDUP DI DUNIA DAN AKHIRAT
• Riwayat ibn Asakir dari Anas
لَيْسَ بِخَيْرِ كُمْ مَنْ تَرَكَ دُنْيَاهُ لِاخِرَتِهِ وَلاَ اخِرَتَهُ لِدُنْيَاهُ حَتّى يُصِيْبُ مِنْهُمَاجَمِيْعًا
فَاِنَّ الدَّنْيَا بَلَاغٌ اِلَى اْلاخِرَةِ وَلَاتَكُوْنُوْا كَلًّ عَلَى النَّاسِ ( رواه ابن عسا كرعن انس )
Artinya:
“bukankah orang yang paling baik diantara kamu orang yang meninggalkan kepentingan dunia untuk mengejar akhirat atau meninggalkan akhirat untuk mengejar dunia sehingga dapat memadukan keduanya. Sesungguhnya kehidupan dunia mengantarkan kamu menuju kehidupan akhirat. Janganlah kamu menjadi beban orang lain”
• Hadits riwayat Al-Bukhari dari Zubair bin Awwam
لَاَنْ يَأْ خُذَ اَحَدُكُمْ اَحْبُلاً فَيَأْخُذَ حُزْمَةً مِنْ حَطَبٍ فَيَبِيْعَ فَيَكُوْفَ اللّهُ بِهِ وَجْهَهُ خَيْرٌمِنْ اَنْ يَسْأَلَ النَّاسَ اُعْطِيَ اّمْ مُنِعَ (رواه البخارى عن الزبير ابن العوام)
Artinya: Sungguh, jika salah seorang di antara kamu membawa seutas tali untuk mencari seikat kayu bakar, lalu kayu itu dijual sehingga Allah mencukupkan kebutuhan hidupnya dengan hasil jualnya, itu lebih baik daripada meminta-minta kepada orang lain, baik diberi maupun ditolak (tidak diberi). (H. R. Al-Bukhari dari Zubair bin Awwam)
• Hadits riwayat Muslim dari Abu Hurairah
الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرُ وَاَحَبُّ اِلَى اللّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٍ اِحْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللّهِ وَلاَتَعْجِزْ (رواه مسلم عن ابى هريرة)
Artinya: Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah, sedangkan pada masing-masing ada kebaikannya. Bersemangatlah kamu untuk mendapat sesuatu yang bermanfaat bagimu. Mohonlah pertolongan kepada Allah dan janganlah kamu merasa tak berdaya. (H. R. Muslim dari Abu Hurairah)
13. Mad Silah, mad Badal, ad Tamkin, mad Farqi
• Mad Silah
a. Mad Shilah Qashirah ( مَدْ صِلَةقَصِيْرَة )
Ketika ada Huruf haa dhamir ( ﻪ ) sedangkan sebelum haa tadi ada huruf hidup (berharakat), maka cara membacanya harus panjang seperti mad thobi’i. Panjang 1 alif (2 harakat)
Contoh : اِنَّهُ كَانَ ﻻَشَرِيْك لَهُ
b. Mad Shilah Thawilah
Ketika ada Mad Qashirah bertemu dgn hamzah ( ء ), maka membacanya seperti Mad Jaiz Munfashil . panjang 2, 2 1/2 alif, (4/5 harokat)
Contoh : عِنْدَهُ اِﻻَّبِاذْنِه لَهُ اَخْلَدَهُ
• Mad Badal
Apabila hamzah berharakat fathah,dammah,kasah, bertemu hamzah sukun. Hamzah tersebut diganti dengan harakat berdiri atau hanya ditulis hurufnya alif,wawu,atau ya’ tanpa harakat. Cara membacanya panjang 2 harakat atau 1 alif. Contoh:
آدَمَ asalnya أَأْدَمَ
ٳِِيْمَان asalnya ٳِِئْمَانٌ
• Mad Tamkin
Apabila huruf ya’ sukun yang didahului oleh huruf ang berharakat tasydid dan kasrah . Panjang 1 alif atau 2 arakat.
Contoh :
النَبِيّيْنَ حُييِّيْتُمْ
• Mad Farqi
Pajang 6 harakat atau 1 alif
Contoh: addzakkarain
14. QS. Al-Qariah dan QS.Al-Zalzalah
• QS. Al-Qari’ah:
1. اَلْقَارِعَةُۙal-qāri'ahHari Kiamat,
2. مَا الْقَارِعَةُ ۚmal-qāri'ahApakah hari Kiamat itu?
3. وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْقَارِعَةُ ۗwa mā adrāka mal-qāri'ahDan tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?
4. يَوْمَ يَكُوْنُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوْثِۙyauma yakụnun-nāsu kal-farāsyil-mabṡụṡPada hari itu manusia seperti laron yang beterbangan,
5. وَتَكُوْنُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوْشِۗwa takụnul-jibālu kal-'ihnil-manfụsydan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan.
6. فَاَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهٗۙfa ammā man ṡaqulat mawāzīnuhMaka adapun orang yang berat timbangan (kebaikan)nya,
7. فَهُوَ فِيْ عِيْشَةٍ رَّاضِيَةٍۗfa huwa fī 'īsyatir rāḍiyahmaka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang).
8. وَاَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِيْنُهٗۙwa ammā man khaffat mawāzīnuhDan adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya,
9. فَاُمُّهُ هَاوِيَةٌ ۗfa ummuhụ hāwiyahmaka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.
10. وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا هِيَهْۗwa mā adrāka mā hiyahDan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?
11. نَارٌ حَامِيَةٌnārun ḥāmiyah(Yaitu) api yang sangat panas.
• QS. Al-Zalzalah :
1. اِذَا زُلْزِلَتِ الْاَرْضُ زِلْزَالَهَاۙiżā zulzilatil-arḍu zilzālahāApabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat,
2. وَاَخْرَجَتِ الْاَرْضُ اَثْقَالَهَاۙwa akhrajatil-arḍu aṡqālahādan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya,
3. وَقَالَ الْاِنْسَانُ مَا لَهَاۚwa qālal-insānu mā lahāDan manusia bertanya, “Apa yang terjadi pada bumi ini?”
4. يَوْمَىِٕذٍ تُحَدِّثُ اَخْبَارَهَاۙyauma`iżin tuḥaddiṡu akhbārahāPada hari itu bumi menyampaikan beritanya,
5. بِاَنَّ رَبَّكَ اَوْحٰى لَهَاۗbi`anna rabbaka auḥā lahākarena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) padanya.
6. يَوْمَىِٕذٍ يَّصْدُرُ النَّاسُ اَشْتَاتًا ەۙ لِّيُرَوْا اَعْمَالَهُمْۗyauma`iżiy yaṣdurun-nāsu asytātal liyurau a'mālahumPada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan berkelompok-kelompok, untuk diperlihatkan kepada mereka (balasan) semua perbuatannya.
7. فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚfa may ya'mal miṡqāla żarratin khairay yarahMaka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya,
8. وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗwa may ya'mal miṡqāla żarratin syarray yarahdan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
15. Liat di buku paket
16. Mad Lazim
Liat buku UAMBN hl 46.
17. QS. Al-Ashr dan QS. Al-Alaq
• QS. Al-Ashr:
1. وَالْعَصْرِۙwal-'aṣrDemi masa,
2. اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙinnal-insāna lafī khusrsungguh, manusia berada dalam kerugian,
3. اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِillallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti wa tawāṣau bil-ḥaqqi wa tawāṣau biṣ-ṣabrkecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran
• QS.Al-Alaq:
1. اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚiqra` bismi rabbikallażī khalaqBacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,
2. خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚkhalaqal-insāna min 'alaqDia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙiqra` wa rabbukal-akramBacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia,
4. الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙallażī 'allama bil-qalamYang mengajar (manusia) dengan pena.
5. عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ'allamal-insāna mā lam ya'lamDia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.
6. كَلَّآ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَيَطْغٰىٓ ۙkallā innal-insāna layaṭgāSekali-kali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas,
7. اَنْ رَّاٰهُ اسْتَغْنٰىۗar ra`āhustagnāapabila melihat dirinya serba cukup.
8. اِنَّ اِلٰى رَبِّكَ الرُّجْعٰىۗinna ilā rabbikar-ruj'āSungguh, hanya kepada Tuhanmulah tempat kembali(mu).
9. اَرَاَيْتَ الَّذِيْ يَنْهٰىۙa ra`aitallażī yan-hāBagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang?
10. عَبْدًا اِذَا صَلّٰىۗ'abdan iżā ṣallāseorang hamba ketika dia melaksanakan salat,
11. اَرَاَيْتَ اِنْ كَانَ عَلَى الْهُدٰىٓۙa ra`aita ing kāna 'alal-hudābagaimana pendapatmu jika dia (yang dilarang salat itu) berada di atas kebenaran (petunjuk),
12. اَوْ اَمَرَ بِالتَّقْوٰىۗau amara bit-taqwāatau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?
13. اَرَاَيْتَ اِنْ كَذَّبَ وَتَوَلّٰىۗa ra`aita ing każżaba wa tawallāBagaimana pendapatmu jika dia (yang melarang) itu mendustakan dan berpaling?
14. اَلَمْ يَعْلَمْ بِاَنَّ اللّٰهَ يَرٰىۗa lam ya'lam bi`annallāha yarāTidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat (segala perbuatannya)?
15. كَلَّا لَىِٕنْ لَّمْ يَنْتَهِ ەۙ لَنَسْفَعًاۢ بِالنَّاصِيَةِۙkallā la`il lam yantahi lanasfa'am bin-nāṣiyahSekali-kali tidak! Sungguh, jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (ke dalam neraka),
16. نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍۚnāṣiyating kāżibatin khāṭi`ahyaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan dan durhaka.
17. فَلْيَدْعُ نَادِيَهٗۙfalyad'u nādiyahMaka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya),
18. سَنَدْعُ الزَّبَانِيَةَۙsanad'uz-zabāniyahKelak Kami akan memanggil Malaikat Zabaniyah, (penyiksa orang-orang yang berdosa),
19. كَلَّاۗ لَا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ ۩kallā, lā tuṭi'hu wasjud waqtaribsekali-kali tidak! Janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah serta dekatkanlah (dirimu kepada Allah).
18. MENGHARGAI WAKTU DAN MEUNTUT ILMU
BUKA BUKA UAMBN HAL 49.
Itu beberapa ringkasan dari kisi kisi Al-Qur'an Hadist sekali lagi saya minta maaf karena masih banyak sekali kesalahan dalam blog ini, tapi semoga saja yg saya bagikan ini dapat bermanfaat bagi adik-adik yg hendak melaksanakn UAMBN terimakasih... Selamat berjuang dan semoga sukses.
Wassalamualaikum.wr.wb.
Komentar
Posting Komentar